RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Info Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Fisika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Kapal Bertenaga Sabun

Assalamu'alaikum wr.wb..

Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk saling berbagi ilmu. Kali ini saya ingin membagi pengetahuan buat teman-teman sekalian. Kali ini kita bermain-main dengan air dan kapal-kapalan, tapi kali ini kita mencoba menjelaskannya dengan menggunakan analisis fisika.

Alat Dan Bahan :
Plastik/gabus (apa sajalah yang bisa untuk kapal-kapalan) dan sabun tentunya

Langkah Kerja :

1. Gunting gabus sehingga membentuk penampang kapal atau perahu
2. Buat celah di bagian belakangnya
3. Beri sabun di celah ini
4. Letakkan kapal-kapalan ini di permukaan air

Apa Yang Terjadi ???
Kapalnya meluncur

Oke, Saatnya fisika menjawab
Di permukaan air terdapat film atau lapisan tipis yang tak tampak, disebut dengan tegangan antar permukaan. Sabun bersifat menurunkan tegangan permukaan, sehingga tegangan permukaan air di bagian perahu yang bersabun lebih kecil dibanding di permukaan yang lain. Perbedaan tegangan ini membuat air bergerak ke bagian belakang perahu yang diberi air sabun sehingga mendorong perahu.

Oke, sekian dulu yaa...

Wassalamu'alaikum wr.wb..

Sabtu, 31 Desember 2011

Baghdad Battery (Baterai Kuno)


Baghdad Battery (Baterai Kuno)



Baghdad Battery merupakan salah satu artifak kuno yang paling membingungkan para ilmuwan maupun arkeolog. Pada tahun 1930 silam ,pada sebidang makam kuno di luar Bagdad (Khujut Rabula), beberapa arkeolog yang melakukan penggalian disana menemukan sebuah artifak yang diduga merupakan satu set baterai kimia yang usianya telah mencapai 2000 tahun lebih.

Arifak aneh tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm, diameter 8 cm) yang terbuat dari tanah liat. Setelah para ahli merekaulang memang benar didapati bahwa artifak tsb merupakan sebuah baterai elektrik kuno.

Para peneliti berhasil memperoleh 1.5 voltmeter dari artifak batu baterai elektrik tsb, yang bekerja nonstop selama 18 hari dengan cara memasukkan cairan asam kedalam jambangannya.


Usia artifak baterai kuno ini diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh sebelum Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800 serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831 yang jarak penemuannya hingga kini mencapai sekitar 200 tahun lebih.

Temuan ini tentunya dapat merubah pandangan manusia masa kini akan kemajuan teknologi yang telah dicapai oleh peradaban manusia masa lalu. Nampaknya, aktifitas elektrik telah dikenal oleh manusia pada masa-masa itu. Tidak hanya bagdad battery saja yang menarik perhatian para ilmuan maupun arkeolog di seluruh dunia, namun terdapat beberapa artifak serupa yang diduga juga sebagai peralatan elektrik masa silam, seperti Dendeera Lamps, Assyrian Seal, maupun The coffin of Henettawy. Sebenarnya Dendeera lamps ini merupakan sebuah relief disebuah temple di Mesir yang menggambarkan seorang Pharaoh sedang menggenggam sebuah benda mirip dengan bola lampu lengkap dengan penggambaran kabel beserta catu dayanya.

sumber : world misteries

Ternyata sebuah sekolah kecil sarjana yang terletak di India barat daya telah menemukan prinsip matematika modern beberapa ratus tahun sebelum Newton menyatakan hal tersebut merupakan penemuan barunya. Bener ga si??


Nah katanya Dr George Gheverghese Joseph dari Universitas Manchester, Sekolah Kerala telah mengidentifikasi ‘deret tak hingga’, yaitu salah satu komponen dasar dari kalkulus sekitar tahun 1350. Sementara 'atribut' kalkulus ini baru diperkenalkan Pak Newton dalam bukunya bersama Pak Gottfried Leibnitz pada akhir abad 17.



Trus tim dari universitas Manchester dan Exerter juga menguak keberhasilan sekolah Kerala yang telah menngungkapkan deret Pi dan menggunakannya untuk menghitung Pi sampai 9, 10, dan bahkan hingga 17 angka dibelakang koma.



Selain itu ada bukti yang secara ga langsung menyatakan bahwa orang India mengajarkan pengetahuan matematika mereka ke misionaris Jesuit yang mengunjungi India pada abad 15. Nah pengetahuan ini menurut mereka yang akhirnya sampai ke Newton.



Kemudian ketika membaca-baca beberapa paper India, Dr. Joseph juga membuka rahasia yang kemudian ia publikasikan melalui bukunya yang berjudul “ The Crest of the Peacock: the Non-European Roots of Mathematics” edisi ketiga yang menjadi buku terlaris yang diterbitkan oleh Princeton University Press.


Sabtu, 19 November 2011

Para fisikawan European Organization for Nuclear Research (CERN) berhasil mengukur partikel subatom bernama neutrino yang mampu melaju melebihi kecepatan cahaya.

Pernahkah Anda membayangkan apa rasanya bisa bepergian dengan kecepatan cahaya? ‘Perjalanan Superluminal’ merupakan suatu kiasan yang umum dalam dunia sains fiksi. Namun, teori relativitas khusus Einstein melarangnya terjadi di dunia nyata.

Hal tersebut dikarenakan ketika foton bertabrakan maka energi yang dibutuhkan akan tak terhingga. Jadi, entah datanya salah atau anggapan Einstein ini kemudian tidak berlaku bersamaan dengan hampir semua keyakinan fisika modern yang ada.

Bayangkan skenario terakhir yang terjadi. Seperti apa alam semesta tanpa hukum tempat partikel memiliki kendali bebas untuk melesat dari batas kecepatan cahaya? Akan tampak dan terasa seperti apa lingkungan Anda?

Menurut fisikawan senior Michael Ibison dari Institute for Advanced Studi, Austin, Texas, Amerika Serikat (AS), dunia seperti itu akan sangat ‘menyeramkan’. Pertama, tak jelas akan seperti apa ketika Anda melihat cahaya jika Anda melewatinya.

Reaktor Nuklir di Dasar Laut Dipelajari

Pemakaian tenaga nuklir sebagai sumber energi selalu mengandung kontroversi. Tapi, meski begitu, beberapa negara setuju akan penggunaan tenaga nuklir sebagai pengganti minyak bumi yang suatu saat bakal habis. Beberapa ilmuwan sedang mempelajari kemungkinan menempatkan reaktor nuklir di dasar laut. Reaktor tersebut berukuran kecil, namun mampu menghasilkan listrik minimal 50 megawatt, cukup untuk menerangi 37 ribu rumah.

Reaktor nuklir tersebut sedang dikembangkan oleh perusahaan Angkatan Laut Prancis, DCNS, yang menamakan produk mereka Flexblue. Setelah dilakukan studi selama dua tahun, disimpulkan bahwa Flexblue mampu menghasilkan 50-250 megawatt listrik dari dasar laut.

Flexblue didesain khusus untuk negara yang memiliki pantai. Sebab, sulit untuk membangun reaktor nuklir yang dirancang untuk berada di dasar laut untuk dipakai di daratan. Bentuk Flexblue mirip kapal selam besar. Tapi, jika dibandingkan dengan reaktor nuklir yang ada di daratan, ukuran Flexblue relatif kecil, yakni panjang 90 meter dan lebar 15 meter. Sedangkan kedalaman memungkinkan sekitar 55-100 meter.


Sumber : http://www.fisika-ceria.com